Cerita Pagi di Pasar Tradisional Hari Minggu Kampung Saya

Pasar tradisional
Pasar Tradisional 

Masa kecil adalah masa yang paling indah mungkin itu pepatah mengatakan demikian, 

saya adalah anak kampung yang mana keseharian pergi ke ladang dan ke sawah sudah menjadi kebiasaa sehari-hari,dan mungkin tidak pernah di alami oleh anak kota

ada tempat yang tidak pernah masuk ke daftar wisata, tetapi selalu di rindukan oleh orang-orang yang pernah tinggal di kampung. Bagi saya itu adalah pasar tradisional

Hari minggu adalah hari yang sangat di nantikan oleh anak kampung teruatam di kampung saya,  yang mana hari minggu adalah hari pasar tradisional, hari minggu ibu-ibu dan anak anak pergi ke pasar untuk berbelanja dan membeli kebutuhan untuk keluarga 

Udara dingin menusuk ke badan tapi tidak menyurutkan niat dan tekad saya untuk pergi ke pasar tradisional

pasar yang akandi tuju adalah pasar mingguan yang di adakannya hanya 1 hari yaitu di hari minggu,  lokasi pasar tersebut berada di Desa Sukamaju yang dikenal masyarakat adalah Pasar Cihaur,yang mana jarakanya dari rumah saya ke pasar tradisional kurang lebih 20 Km 

jika hari minggu tiba saya sangate merasa senang, karena  hari itu bisa jalan-jalan dan bisa pergi ke pasar sambil refresh

langkah demi langkah kaki saya menginjak ke tanah, menysuri jalan setapak menuju pasar, di barengi dengan beberapa orang teman,  maklum jalan di desa kami hanya bisa di lalui jalan kaki

Tas di punggung, celana panjang di lipat, langkah kaki dipercepat dengan harapan cepat sampai ke tujuan. 1.45 jam berlalu tidak terasa sampai ke tempat tujuan 

ngambil nafas sejenak, lipatan celana di buka, sambil berdirik sebentar untuk melihat barang apa saja yang sudah membuka lapak, sesekali  menengok ke kiri dan kanan dengan harapan siapa tahu ada orang yang kenal, selain teman barengan dari rumah

Aroma sayur, bumbu dapur dan gorengan mulai terasa bau wangi yang khas, perut yang kosong mulai terasa lapar, dan dalam pikiran saya, '' ah lebih mendingn sarapan dulu, gorengan kayanya enak ''  tas yang saya gendong, yang berisi plastik untuk wadah belanjaan disimpan terlebih dahulu, dan saya duduk di samping tukang gorengan yang sudah menjadi langganan

15 menit berlalu saya menikmati gorengan panas sambil merilekan tubuh yang lelah, saya beranjak mencair barang, seperti bumbu dapur pesenan ibu, sayur, ayam dan lainnya untuk bekal 1 minggu ke depan

tidak terasa saya puter-puter pasar kurang lebih 30 menit barang yang saya cari sudah semua didapat, uang yang tadinya utuh sekarang sudah menipis

pasar tradisional indonesia
Pasar di Pedesaan 

Ibu sayur yang sudah berjualan puluhan, tahun bapak-bapak yang biasa jualan ikan selalu menyapa, ''hai kamana wae'' panggilan ini sangat akrab

''maneh kamana wae asa jarang katinggali'' sapaan ini sudah melekat untuk orang-orang desa yang sudah lama tidak bertemu, 

saking seringnya ke pasar dan sudah menjadi langganan, para pedagang seperti keluarga, maka bagi saya, pasar tradisional berasa banyak saudara

Senyum, tawa, canda sudah menjadi kebiasaan orang-orang pasar tradisional, maklum masyarakat pedesaan sangat kental dengan kekeluargaan, 

Barang-barang yang di jual seperti pakaian, pekakas pertanian, perabotan rumah tangga, bumbu-bumbu, sayur, ayam dan lain-lain, walapun pasar tradisional cihaur lumayan jauh dari jalan raya, tapi pedagang cukup melimpah, 

Pengujung pasar tradisional cihaur lumayan banyak seperti dari Girimukti, Cihaur, Suhunan panjang dan dari daerah lainnya, maka tidak heran para pedagang cukup di untungkan apalagi diadakan hanya 1 kali /minggu

harga sayur mayur di pededaan tidak begitu mahal, dan bisa nego terlebih sayur yang mereka jual hasil metik dari kebun sendiri 

uang 200 ribu suda berkurang 150k hanya tinggal 50k, memang untuk jumlah uang sekarang ini uang 200k bagaikan bawa uang 20k jaman dulu, jumlahnya yang banyak tapi saat di belikan barang terlihat sedikit

Kebutuhan sudah terpenuhi, badan cape sudah berkurang, tinggal  siap-siap untuk pulang, dan sesekali melihat barang yang aneh seperti gantungan kunci dll, dengan harapan minggu depan semoga bisa kebeli.

Berangkat pagi jam 5.00 dan pulang jam 9 .00 dari pasar, ini suasana sedang panas, apalagi jalan kaki  di tambah jalan kaki cukup jauh, tapi jika sudah terbiasa bukan hal yang sulit,

Bagi saya orang pedesaaan pasar tradisional adalah  tempat kumpulnya saudara, karena disitu kita bisa menemukan orang yang tulus dan disitu juga kita bisa menemukan orang yang ramah dan jujur

Semoga pasar tradisiona menjadi keluarga dan selalu menjaga amanah

O..yah teman-teman mungkin kalian orang pedesaan cerita apa dengan pasar tradisional, ada yang unikah, atau kesan apa yang di dapat saat pergi ke pasar tradisional?

Boleh diceritakan di komentar ya,,!! 



Acer

Hallo Salam kenal dari Blog Cisewu, hobi saya menulis yang berkaitan dengah kegiatan sehari-hari dan news trend

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post

Contact Form